BAB I
PENDAHULAN
1.
Latar
Belakang
Pembuatan soda abu, soda kaustik dan klor
merupakan salah satu industri kimia dasar yang paling penting. Ketiga produk
ini hampir seluruhnya dijual kepada industri dimana kemudian digunakan untuk
pembuatan sabun dan detergen, serat dan plastic, kaca, petrokimia, pulp dan
kertas, pupuk, bahan peledak, pelarut dan berbagai bahan kimia lainnya.
Soda abu biasa juga
disebut natrium karbonat yaitu suatu serbuk amorf putih yang membentuk agregat di udara
terbuka. Soda abu memiliki tl = 860 C, T
transisi = 450 C, P karbon dioksida =
1,2 mm pada 950 C dan d = 2,43.
Soda kaustik biasa juga
disebut NaOH yaitu zat padat higroskopik, basah leleh, berwarna putih, mudah
larut dalam air dan gliserol, sedikit tembus cahaya, dan bertekstur serat. NaOH
merupakan elektrolit dan basa kuat yang dapat diperoleh dengan cara
elektrolisis NaCl dengan
memakai kiatoda raksa
atau dengan sel diafragma.
Dalam sel Castner Kellner, Na dibebaskan
pada katoda Hg sehingga mengamalgama dan akan bereaksi dengan air membentuk
NaOH dan hidrogen.
Klor pada mulanya hampir seluruhnya
digunakan sebagai pemutih,
sekarang sudah menjadi bahan
kimia yang sangat
penting. Hal ini
disebabkan oleh penggunaannya
dalam sintesis bahan kimia organic, dimana biasanya ia tidak muncul dalam
produk akhir, tetapi hanya terlibat dalam langkah antara.
Amerika Serikat adalah
produsen klor terbesar dengan laju produksi 10,4 juta ton, diikuti oleh Eropa
barat (9,5 juta ton), dan Jepang (3 juta ton). Baik klorin maupun natrium
hidroksida (biasanya diperdagangkan sebagai
50%w/w larutan) harus dipertimbangkan sebagai
produk utama. Hidrogen
juga digunakan, jika memungkinkan, sebagai bahan kimia atau
sebagai bahan bakar
BAB II
PEMBAHASAAN
2.1 Sejarah
Pembuatan Soda Abu
Proses sintesis yang sekarang digunakan untuk pembuatan
soda abu adalah proses solvay. Sebelum metode ini dikembangkan, proses yang
digunakan secara luas adalah proses LeBlanc (1773). Proses ini didasarkan atas
pemanggangan kerak garam (salt cake) dengan karbon dan batu gamping di dalam
tanur putar dan sesudah itu mengeras hasilnya dengan air. Produk kasar dari
reaksi itu disebut abu hitam (black ash).
Pengerasan dilakukan pada waktu
dingin, pada pengerasan itu berlangsung hidrolisis sebagian sulfide. Kemudian
diubah lagi menjadi karbonat melalui pengolahan dengan gas yang mengandung
karbon dioksida yang berasal dari tanur abu hitam. Larutan natrium karbonat
yang dihasilkan, dipekatkan sehingga menghasilkan natrium karbonat, yang
kemudian dikeringkan atau dikalsinasi.
Di Amerika Serikat tidak pernah ada
yang menggunakan proses LeBlanc dan tidak ada lagi pabrik yang beroperasi
dengan proses ini di dunia. Pada tahun 1861, Ernest Solvay mulai mengembangkan
proses soda ammonia. Pada mulanya proses ini mengalami kesulitan besar dalam
bersaing dengan proses LeBlanc yang lebih tua dan lebih mapan, namun dalam
beberapa tahun saja proses solvay berhasil menurunkan harga soda abu sebanyak
sepertiganya. Setelah suatu persaingan yang sengit dimana para penghasil soda
LeBlanc menggunakan taktik banting harga, proses soda amonia akhirnya berhasil
menggantikan proses LeBlanc secara keseluruhan pasa tahun 1915.
Proses solvay tetap mendapat perhatian
di Eropa dan Negara – Negara yang tidak mempunyai endapan natrium karbonat
alam, tetapi pada tahun 1982 hanya satu pabrik saja yang masih beroperasi
dengan proses solvay di Amerika Serikat. Pabrik itu dapat tetap hidup karena
biaya terpasangnya murah sedang ongkos angkut tinggi.
Pasaran dalam negeri Amerika Serikat
sekarang dikuasai oleh soda “alam” yang berasal dari endapan . di Wyoming juga
banyak yang diekspor. Proses solvay membutuhkan 18,4 GJ energy untuk membuat 1
t soda abu, sedang penambangan setiap ton metric soda abu hitam hanya
memerlukan 8,4 GJ saja, sehingga penambangan ini lebih menarik dari segi
energy.
2.2 Pengertian
Soda Abu
Soda abu adalah suatu
zat padat ringan yang agak larut di dalam air dan biasanya mengandung
99,3 % Sodium Carbonat (Na2CO3). Sodium Carbonat (Na2CO3) adalah bahan
lunak yang larut dalam air dingin dan kelarutan dalam air kira-kira 30% berat
larutan, dalam industru kimia dikenal dengan “soda ash”. Zat ini dijual
atas dasar kandungan natrium oksidanya yang biasanya adalah 58%. Produksi soda
abu dari endapan trona alam sekarang sudah melebihi jumlah yang dari ammonia
soda. Proses sintetik sudah terdesak karena biaya tinggi dan masalah pencemaran
dan sudah mulai berkurang digunakan di Amerika Serikat.
Sifat Fisis dan Kimia
Sodium Karbonat
·
Berat melekul :
106 g/mol
·
Bentuk :
Kristal
·
Warna :
Putih
·
Titik lebur, 00C :
7,1 g/100 g H2O
·
Densitas, 200C :
2,533 g/ml
·
Kapasitas panas, 850C : 26,41 cal/gmol0C
Sifat – sifat nitrogen
·
Dapat larut dalam air
dan bersifat basa
·
Hablur soda melepuh
di udara
·
BM : 106
·
Titik lebur : 851 ºC
·
Titik Didih : Terurai
2.3 Kenggunaan Soda Abu
2.3.1 Pembuatan Kaca
Pembuatan kaca adalah salah satu kegunaan penting
dalam natrium karbonat. Dapat menjadi fluks untuk silika, dengan
menurunkan titik cair campuran ke sesuatu yang dapat diterima tanpa material
khusus. "Soda kaca" ini mudah larut dalam air, jadi kalsium karbonat ditambah pada campuran yang belum
mencair untuk menghasilkan kaca yang diproduksi tidak mudah larut dalam air.
Jenis kaca ini disebut kaca soda kapur, "soda" untuk natrium karbonat
dan "kapur" untuk kalsium karbonat.
Biasa digunakan sebagai tambahan untuk kolam renang untuk menetralkan
efek korosi dari klorin dan menaikkan pH.
2.3.2 Rumah Tangga
Dapat digunakan sebagai pelembut air dalam mencuci pakaian.
Ia beradu dengan ion magnesium dan kalsium di air dan mencegahnya berikatan
dengan deterjen yang sedang dipakai. Natrium karbonat dapat dipakai untuk
menghilangkan minyak, oli, dan karat anggur.
2.3.3 Untuk Industri Garam Meja
Garam halus yang tidak memiliki rasa pahit dan Hidroskopis (mudah
menyerap). Garam kasar masih mengandung CaCl2 dan MgCl2 yang menyebabkan rasa
pahit dan Hidroskopis. Zat-zat tersebut bisa diendapkan atau dihilangkan dengan
menggunakan soda abu.
Reaksi:
MgCl2 + Na2CO3 → MgCO3 + 2NaCl
CaCl2 + Na2CO3 → CaCO3 + 2NaCl
CaCO3 dan MgCO3 berupa endapan, sehingga mudah
dipisahkan dari larutan garam dapur (NaCl).
2.4 Proses Pembuatan Soda
Abu
1. Proses Pembuatan Soda Abu secara Solvay
Gambar: Diagram Alir Pembuatan NA2CO3 secara Solvary
URAIAN :
Pada
proses pembuatan Na2CO3 seacara solvay akan terjadi
reaksi :
- CaCO3
Ca + CO2
- C + O2
CO2 + Q
- CaO + H2O
Ca ( OH )2 + Q
- NH3 +
H2O
NH4OH + Q
- 2NH4OH
+ CO2
( NH 4)2CO3 + H2O + Q
- ( NH 4)2CO3 +
NaCl
NH4CL + NaHCO3
- 2NaHCO3
Na2CO3 + CO2 + H2O
- 2NH4CL
+ Ca( OH )2
2NH3 + CaCL2 + 2H2O
Jadi
persamaan dari proses keseluruhan dapat ditulis :
CaCO3 +
2NaCl
Na2CO3 + CaCl2
Uraian Proses
- NaCl jenuh dialirkan ke
absorber bersama dengan CO2 dan NH3 maka akan terjadi reaksi 4,5,6. Reaksi
ini berlangsung pada suhu 40°- 50° C.
- Hasil larutan dan sisa gas dari
reaksi dikeluarkan lewat bawah absorber untuk dialirkan ke menara
carbonatasi dari puncak. Akrena reaksi eksoterm,maka perlu pendingin
untuk menjaga suhu reaksi.padamenara ini akan terjadi reaksi no.7
pada suhu 25°-60° C dan tekanan 2-3 atm disamping itu juga terbentuk
reaksi no.5,6 ( reaksi penyempurnaan).
- Hasil reaksi berupa lumpur
NaHCO3 dialirkan ke dalam rotary filter untuk
memisahkan padatan NaHCO3 dari
larutannya.
- NaHCO3 dikeringkan dalam kalsinator,disini
terjadi reaksi no. 8 karena reaksi bersifat endoterm maka perlu energi
yang diberikan dari bahan bakar.
- Soda abu yang terbentuk
didinginkan dalam pendingin dengan disemprotkan H2O .
- Tapisan dari rotary filter
dialirkan ke menara pemulihan untuk membebaskan NH3 dan Ca (OH)2
- Slury ini bagian terbesar
mengandung NH4CL 193 gr/lt.
- Larutan buangan CaCL2 dari
hasil analisa mengandung : CaCl2 =
90-95 gr/lt, NH3 = 6-12 ppm.
- Sumber Ca ( OH )2 dan CO2
berasal dari pembakaran batu kapur dan C reaksi no.1,2,3
Kemurnian
Na2CO3 = 99,8%.
Ø
Keunggulan dari
Proses ini ialah Amonia yang sudah dipakai dapat direcovery kembali, sehingga
biaya produksi lebig murah. Lagi pula harga amonia lebih mahal dari soda abu
itu sendiri.
2. Proses Natural Alam
Bahan baku yang
digunakan pada proses ini adalah Burkeite Crystal (Na2O3.2Na2SO4) yang telah
dipisah dari impuritasnya, Crude Bukeite Crystal yang terdiri atas Li2NaPO4
dan Na2CO3. 2Na2SO4 dipisahkan sedangkan filtratnya
diperkatkan menjadi i Na2SO4.10H2.
Reaksi:
Na2CO3.2Na2SO4
(s) → Na2CO3 (s) + 2Na2SO4 (aq)
2.5
Keamanan
a. Dapat menyebabkan iritasi kulit bisa dilihat di
MSDS(material safety data sheet.
b.
Hindari
paparan jangka panjang.